Meulaboh, 5 Agustus 202—Setiap pagi di MTsS Harapan Bangsa Aceh Barat bukan hanya menjadi awal dari proses belajar-mengajar, tetapi juga merupakan momen penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik. Sebelum bel masuk berbunyi, seluruh siswa dan siswi berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti dua kegiatan utama: pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama dan pemeriksaan kerapian seragam oleh guru dan wali kelas.
Kegiatan ini sudah menjadi budaya dan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan di sekolah tersebut. Dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa berkumpul di tengah halaman yang luas, berdiri dalam barisan rapi, dibimbing oleh guru-guru yang mengawasi jalannya kegiatan. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari tiap barisan siswa, menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan spiritualitas, bahkan sejak pagi hari. Ini adalah nilai moral dan spiritual yang sangat berharga bagi sebuah lembaga pendidikan. Memulai hari dengan membaca kalamullah adalah salah satu kegiatan yang sangat mulia dan sangat bermanfaat bagi anak anak dan juga para guru untuk keberkahan pada hari tersebut.
Pembacaan Al-Qur’an dilakukan selama kurang lebih 15–20 menit, dan menjadi bagian dari program literasi Al-Qur’an yang di buat oleh sekolah. Program ini bertujuan untuk membiasakan siswa dekat dengan Al-Qur’an sejak dini, baik dari sisi bacaan, pelafalan, maupun pemahaman makna kandungannya.
Setelah sesi tilawah, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kelengkapan dan kerapian seragam. Guru-guru secara bergilir memeriksa atribut siswa mulai dari kemeja, celana/rok, jilbab, ikat pinggang, sepatu berwarna putih atau pun bergaris putih ,dan larangan pengunaan aksesoris. Pemeriksaan ini bukan semata-mata soal aturan berpakaian, tetapi lebih dari itu, merupakan pembelajaran tanggung jawab dan kedisiplinan.
Waka Kurikulum, ibu Irawati S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan pagi ini adalah bentuk pembiasaan karakter Islami yang ingin ditanamkan kepada seluruh siswa. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak langkah pertama siswa memasuki lingkungan sekolah. Dengan membaca Al-Qur’an setiap pagi, siswa terbiasa menenangkan hati dan memulai hari dengan nilai-nilai Islam. Sementara pemeriksaan seragam mengajarkan pentingnya menjaga kerapian, disiplin, dan tanggung jawab terhadap aturan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan. Kegiatan pagi ini juga menjadi ajang pengawasan dan pembinaan langsung dari para guru kepada siswa. Setiap pelanggaran dicatat untuk kemudian ditindaklanjuti dalam pembinaan kesiswaan. Namun demikian, pendekatan yang digunakan tetap humanis dan edukatif. Guru tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga menasihati siswa dengan pendekatan persuasif agar mereka memahami pentingnya mematuhi aturan, bukan karena takut dihukum, tetapi karena kesadaran diri. Setelah menanyakan kepada bagaimana pendapat para siswa mereka mengatakan bahwa, kegiatan ini justru membuatnya lebih semangat datang ke sekolah. “Kadang capek juga harus datang pagi-pagi, tapi pas udah bareng teman-teman, baca Qur’an sama-sama, jadi adem hati. Terus pas diperiksa, jadi ingat buat rapiin baju dari rumah. Lama-lama jadi kebiasaan juga, ujarnya dengan senyum.
Penulis : Safira
Editor : Muhd. Imam Rizky Ananda

